Richard Ness : Blog : "Laporan November 2004 oleh Tim Teknis Kementerian Lingkungan Hidup" Ditertawakan di Persidangan


"Laporan November 2004 oleh Tim Teknis Kementerian Lingkungan Hidup" Ditertawakan di Persidangan - 26 Jun 2006
by Eric

Persidangan dua minggu terakhir ini semakin mempertegas bahwa kasus terhadap ayah saya tidak lebih dari kebohongan belaka. Proses persidangan dan hasil pemeriksaan-silang atas saksi ahli berhasil mengungkapkan bahwa data yang mendasari tuduhan telah direkayasa guna mencapai kesimpulan yang dihendaki oleh sekelompok pejabat dan LSM yang memiliki kepentingan politik. Salah satu saksi juga menegaskan di persidangan bahwa salah satu pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yaitu Masnellyarti Hilman telah berbohong di bawah sumpah ketika ia menyangkal bahwa ia pernah melihat laporan mengenai Teluk Buyat dari mantan Menteri Lingkungan Hidup terdahulu. Kemungkinan terjadinya kesaksian palsu kini sedang dipertimbangkan.

Berhubung akan terlalu lama jika satu persidangan ini dijelaskan panjang lebar, blog ini hanya akan berfokus pada kesaksian dari saksi ahli Dr Keith Bentley. Dr Bentley pernah bekerja pada WHO dan ia memiliki pengalaman dalam bidang toksikologi logam berat selama beberapa dasawarsa. Tim pembela menegaskan fakta-fakta berikut pada persidangan:

• Sepanjang pengettahuan beliau tidak pernah ada satu pun kasus keracunan arsen melalui konsumsi ikan di manapun di dunia. Ia mengatakan bahwa dugaan keracunan arsen karena konsumsi ikan di teluk Buyat tidak benar karena kandungan arsen anorganik dalam jaringan ikan hampir tidak ada [tak terdeteksi] serta bio-marker membuktikan bahwa tidak ada keracunan arsen.
• Ketika di persidangan ditanya mengenai gejala penyakit Minamata yang pada umumnya menyerang sistem syaraf manusia, saksi meminta maaf kepada persidangan karena foto satu-satunya yang ia dapat tunjukkan sebagai contoh adalah foto hitam putih. Lebih lanjut ia juga menyatakan bahwa tidak pernah ada lagi kasus “Penyakit Minamata” sejak perkembangan teknologi fotografi berwarna.
• Ketika ditanya mengenai keabsahan ilmiah “Laporan Tim Teknis” dari Menteri Lingungan Hidup tertanggal 8 November 2004 yang diajukan [oleh pihak JPU] sebagai barang bukti untuk memberatkan ayah saya dan PTNMR, ia mengatakan bahwa laporan tersebut mungkin merupakan hasil ilmiah terburuk yang pernah ia lihat dalam 30 tahun terakhir. Salah satu dari kekeliruhan di dalamnya adalah asumsi yang menggelikan bahwa setiap orang di Teluk Buyat mengonsumsi setengah kilo ikan setiap kali makan. Tetapi, yang lebih tidak masuk akal, adalah klaim dalam laporan bahwa penduduk di Teluk Buyat mengonsupsi ikan tersebut 10 kali per hari. Dalam hal anak-anak, itu adalah sama dengan seorang anak yang berat badannya 20 kilogram memakan dua kilogram ikan setiap hari, atau 10% berat badannya sendiri setiap hari, 365 hari per tahun.
• Tetapi yang sangat menarik adalah bahwa meskipun angka-angkanya sudah diperbesar secara tidak masuk akal, namun perhitungan menunjukkan bahwa penduduk masih tetap aman karena kadar arsen anorganik dalam jaringan ikan di Teluk Buyat adalah salah satu yang paling rendah di dunia. Yang bertanggung jawab atas perhitungan ilmu terapan yang ajaib itu adalah tidak lain daripada Masnellyarti sendiri yang begitu dipuji oleh Jane Perlez di NY Times sebagai ahli primadonna dari tim JPU, yang memiliki ijazah Doktorat dari Colorado School of Mines.

Tim pembela telah menyajikan bukti-bukti yang kuat, namun persidangan ini terus menunjukkan bahwa kasus ini adalah produk politis yang tak ada urusannya dengan isu lingkungan hidup atau kesehatan karena isu itu memang tidak pernah ada.
The opinions posted here are that of myself, my brothers, and other contributors and not that of my father nor the company he works for.