Richard Ness : Blog : Blog Tentang Perlez Seri-2: Menilik ulang Penghargaan Overseas Press Club


Blog Tentang Perlez Seri-2: Menilik ulang Penghargaan Overseas Press Club - 08 May 2007
by Eric

Pada 24 April 2007, Pengadilan Negeri Manado telah mengeluarkan putusan yang sangat jelas yang membebaskan ayah saya dari segala tuntutan dan menyatakan bahwa Teluk Buyat tidak pernah tercemar, ikan yang berasal dari Teluk Buyat aman untuk dikonsumsi manusia dan para warga setempat dalam keadaan baik.

Sekarang mari kita kembali ke dua tahun silam, tepatnya 27 April 2005. Pada hari itu Overseas Press Club (OPC) memberikan penghargaan bergengsi Whitman Bassow kepada reporter New York Times Jane Perlez atas peliputan ”pelaporan terbaik untuk isu lingkungan hidup internasional”. Dewan juri OPC memberikan penghargaan ini kepada Jane Perlez karena beliau berhasil menulis laporan yang disertai “bukti rinci di desa Teluk Buyat mengenai adanya benjolan pada kulit, gatal-gatal, kesulitan bernafas, dan pusing-pusing.” Tetapi hal yang sangat mencolok adalah pernyataan bahwa “sebelum artikel harian New York Times muncul Pemerintah Indonesia dan perusahaan tambang ini menutup mata dan telinga terhadap masalah tersebut” dan artikel-artikel yang ditulis Jane Perlez lah telah berhasil “memaksa pemerintah mengambil tindakan hukum terhadap Newmont”.

Berikut ini adalah tayangan video yang diambil pada malam penghargaan tersebut:

[Source: Overseas Press Club New York]



Dari tanyangan video dalam acara pemberian penghargaan OPC, terlihat jelas bahwa New York Times tanpa ada rasa malu merasa berjasa atas tindakan pemerintah yang dilakukannya terhadap ayah saya. Pada intinya, penerima penghargaan menyatakan kepada dunia bahwa New York Times benar-benar memiliki kekuatan untuk memaksa sebuah pemerintahan transisi untuk mengambil suatu tindakan – menjebloskan orang-orang tak bersalah ke penjara selama 32 hari dan membuat tekanan-tekanan yang tidak selayaknya ada terhadap ayah saya selama 20 bulan terakhir yang harus berjuang mati-matian menghadapi kasus pengadilan dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun. Dan seperti yang dinyatakan dalam tayangan video penyerahan penghargaan OPC, ucapan terima kasih disampaikan kepada Jane Perlez yang telah berhasil membantu menciptakan isu pencemaran ini melalui artikel New York Times.

Apa yang sangat tidak dapat diterima adalah ketika penghargaan OPC diumumkan, sumber bukti utama pencemaran dan penyakit yang dikutip oleh Jane Perlez—Dr. Jane Pangemanan telah mencabut tuduhan-tuduhan yang telah dibuatnya dan meminta maaf atas kesalahan diagnosa yang dibuatnya. Dan anehnya, mereka yang hadir dari New York Times terlihat menikmati malam penghargaan dan saling mengucapkan selamat dalam kepalsuan penghargaan OPC meski sebenarnya dalam hati kecil mereka mungkin menyadari bahwa Jane Perlez berada dalam pihak yang salah atau paling tidak Jane Perlez seharusnya telah melihat adanya sejumlah ketidakkonsistenan dalam kasus tersebut.

Laporan yang ditulis oleh Jane Perlez tidak diragukan lagi telah berdampak besar terhadap kehidupan orang-orang yang terkait dengan kasus Buyat. Tetapi liputan berita yang ditulisnya tanggal 8 September 2004 secara fakta sangat tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan sehingga dengan cepat menarik perhatian para jurnalis senior lainnya dari Wall Street Journal [link] [link], Rocky Mountain News [link] dan kini John McBeth dari Straits Times.

Pada tanggal 5 Mei 2007, John McBeth menjelaskan secara rinci mengenai liputan berat sebelah mengenai kasus Buyat yang ditulis oleh Jane Perlez. Beliau [John McBeth] menulis:
Titik pangkal bergulirnya persidangan kasus ini bermula dari sebuah laporan yang dimuat New York Times pada September 2004 mengenai benjolan pada kulit, gatal-gatal, kesulitan bernafas, dan pusing-pusing yang diderita oleh warga daerah setempat – penyakit yang dinyatakan pengadilan sebagai penyakit yang umum ditemukan di masyarakat pesisir di Indonesia.

Artikel yang ditulis Jane Perlez, koresponden koran tersebut di Jakarta, mendapatkan penghargaan Overseas Press Club’s 2005 Whitman Bassow Award di Amerika Serikat sebagai ”pelaporan terbaik untuk isu lingkungan hidup internasional” yang mengungkap apa yang disebut sebagai ’neraka lingkungan’ di Teluk Buyat.

‘Ia mendokumentasikan bagaimana pengoperasian pertambangan yang anti lingkungan hidup oleh Newmont telah merusak perairan yang sangat penting bagi penduduk setempat untuk mencari ikan,’ tulisnya, dengan menggunakan sebuah istilah yang memberikan gambaran tentang penduduk setempat yang masih mengenakan rok rumput dan membawa busur serta panah. “Sebelum artikel harian New York Times muncul Pemerintah Indonesia dan perusahaan tambang ini menutup mata dan telinga terhadap masalah tersebut. Artikel tersebut akhirnya memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan hukum terhadap Newmont.’

Salah satu sumber utama Jane Perlez adalah pelapor awal, dr. Jane Pengemanan. Lima bulan setelah berita itu muncul – dan jauh sebelum malam penghargaan Overseas Press Club – ia secara terbuka telah menarik kembali semua tuduhannya. Dokter Pangemanan kembali menegaskan penarikan kembali pernyataannya dalam persidangan dengan menyatakan bahwa ia tidak mengidentifikasi adanya racun merkuri atau arsen dalam tubuh warga Buyat.

Klaim-klaim medis itu memang tidak pernah masuk akal. Merkuri menyebabkan masalah pada syaraf, bukan sejenis penyakit kulit yang diderita oleh banyak warga Buyat dan yang menyebabkan kematian seorang bayi yang awalnya disebutkan menderita penyakit Minamata – sebuah akibat mematikan yang disebabkan karena mengkonsumsi metilmerkuri non-organik.
Kini bandingkan realitas ini dengan pernyataan simpati yang ditunjukkan dalam laporan-laporan Jane Perlez pada malam penghargaan OPC tanggal 27 April 2005. Pemandu acara malam penghargaan menggambarkan kasus Buyat dan liputan Jane Perlez sebagai berikut
Jane Perlez telah melakukan investigasi dan memaparkan bencana lingkungan di Teluk Buyat Indonesia yang disebabkan oleh Newmont– perusahaan tambang emas internasional. Liputannya sangat berpengaruh karena berhasil memaksa pemerintah Indonesia melakukan tindakan terhadap perusahaan.”
Editor New York Times, Kirk Kritler, yang menerima penghargaan mewakili Perlez yang tidak dapat hadir dalam acara tersebut, menyampaikan beberapa patah kata mengenai Jane Perlez dan kerja samanya bersama Jane Perlez:
“Saya telah bekerja sama dengan Jane Perlez dalam meliput berita ini dan ada pelajaran yang dapat kami dapatkan bahwa ketika anda harus berhadapan dengan perusahaan tambang emas terbesar dunia, mereka tentu akan sangat menentangnya dan Jane tidak pernah gentar dan bahkan beliau terus maju. Dan beliau tidak pernah begitu saja percaya terhadap apa yang mereka katakan tentang kajian ilmiah atau praktek lingkungan hidup atau apa yang mereka katakan dalam pernyataan-pernyataan publiknya dan saya rasa sikap terus mencari informasi lengkap yang ditunjukan oleh Jane Perlez akhirnya berbuah keberhasilan.”
Perlez tidak saja menolak apa yang dikatakan Newmont mengenai data Newmont tetapi beliau juga tidak percaya dengan data dari WHO atau CSIRO. Apa yang menarik dari semua ini adalah di satu sisi Perlez merendahkan dan menolak analisis ilmiah organisasi-organisasi yang memiliki reputasi baik, beliau dengan serta merta menerima seluruh pernyataan Dr. Jane Pangemanan mengenai penyakit yang diderita masyarakat di Buyat meski Dr. jane Pangemanan tidak menggunakan analisis medis yang benar – ini merupakan standar ganda investigatif yang seharusnya tidak boleh digunakan dari seorang reporter New York Times.

Semua Berita yang Tidak Pantas untuk Dicetak

Akhirnya dalam acara penyerahan Penghargaan OPC, editor New York Times Kirk Kritler memberikan ucapan selamat kepada Perlez atas liputan beritanya, dengan mengatakan bahwa “yang terpenting dari semua ini adalah penghargaan ini merupakan refleksi keseriusan atas apa yang beliau lakukan, yaitu liputan berita surat kabar”.

Cukup aneh “keseriusan beliau”, ternyata berakhir sampai sekitar tanggal 4 Februari 2006 saja ketika beliau terakhir kali meliput kesaksian deputi menteri negara lingkungan hidup Masnellyarti Hilman, seperti terlihat dalam grafik berikut ini.



Selama 14 bulan terakhir, Perlez dan liputannya menghilang. Faktanya, sejak Februari tahun lalu, Perlez tidak pernah lagi menulis artikel mengenai kasus ini. Pada intinya, Perlez tidak pernah sekalipun meliput apapun dari kesaksian ayah saya maupun saksi-saksi yang diajukan ayah saya yang sebenarnya bisa membantu mengkoreksi hal-hal yang masih belum tergali dalam arsip-arsip New York Times.

Saya juga ingin mengatakan bahwa kekurangan peliputan berita yang dilakukan oleh Perlez sangatlah tidak bertanggung jawab – khususnya setelah laporan awal dan penyerahan penghargaan. Saya kira orang bisa menyimpulkan bahwa menghilangnya beliau bisa karena memang laporan-laporan tersebut sebenarnya “tidak pantas untuk dicetak” atau barangkali beliau ingin mengambil jarak dengan kasus ini karena beliau menyadari bahwa laporan yang beliau tulis dibuat berdasarkan kebohongan. Akhirnya, tampaknya erlez tidak berniat untuk melakukan koreksi atas artikel-artikel yang telah ditulisnya terdahulu, mungkin karena penghargaan yang telah diterimanya, atau mungkin karena alasan lain.

Hasil Akhir

Jadi, apa yang dapat dikatakan mengenai Perlez dan para manajer dapur berita yang mengakui bahwa mereka telah membantu dijebloskannya lima orang tak bersalah selama 32 hari dan membuat seseorang harus menjalani proses persidangan kasus pidana yang tidak pernah dilakukannya selama 20 bulan. Pada titik-titik tertentu, Perlez pasti telah menyadari bahwa liputan awal yang ditulisnya adalah sala, namun beliau tidak pernah mengambil langkah untuk mengakui dan melakukan koreksi.
The opinions posted here are that of myself, my brothers, and other contributors and not that of my father nor the company he works for.