Jane Vs. Jane - 06 Nov 2005
by Eric
Artikel ini membahas tentang kegagalan kebijakan yang serius dari dua orang profesional yang bernama Jane: Jane yang satu adalah seorang dokter, sedangkan Jane yang lain adalah seorang wartawati kondang.
Pada tanggal 8 September 2004, Jane Perlez, seorang wartawati New York Times (NYT) yang ketika itu ditugaskan di Jakarta, melaporkan sebuah berita sensasional yang menyebar cepat ke seluruh penjuru dunia: dr Jane Pangemanan dari Manado mengatakan bahwa penyakit yang ditemukan di Teluk Buyat diakibatkan oleh keracunan merkuri dan arsen. Namun, pada 7 Oktober 2005, lebih dari satu tahun setelah laporan The New York Times ini, ketika diperiksa-silang di pengadilan Manado, dr Jane Pangemanan mengaku tidak pernah mengatakan kepada wartawati NYT, Jane Perlez, bahwa penyakit-penyakit tersebut diakibatkan keracunan merkuri atau arsen.
Yang pasti, salah satu Jane berbohong.
Tapi sebenarnya tidak terlalu penting Jane mana yang berbohong, karena sesungguhnya mereka berdua telah turut mengacaukan kebijakan publik. Kedua Jane itu telah merusak banyak hal, termasuk dalam keluarga kami, masyarakat di sekitar tambang Newmont di Sulawesi Utara, serta para pegawai Newmont dengan mengabaikan kebijakan yang berlaku, merongrong kepercayaan publik dan mengakibatkan kepedihan hati bagi banyak orang.
Dokter Pangemanan memang telah menarik kembali pernyataannya soal keracunan merkuri dan arsen, tapi hal ini jelas menunjukkan bahwa sebagai dokter ia tidak dapat dipercaya. Jadi mengapa seorang wartawan yang berpengalaman bisa menerbitkan pernyataan tersebut tanpa meneliti kebenarannya terlebih dahulu?
Kode Etik yang dianut oleh The Society of Professional Journalists menyatakan bahwa seorang wartawan wajib “mencari kebenaran dan melaporkannya”. Kode Etik ini lebih jauh lagi menyatakan bahwa seorang wartawan harus “menguji ketelitian informasi dari semua sumber serta bertindak berhati-hati guna menghindari kesalahan yang tidak disengaja”. Jelas di sini bahwa Perlez tidak meneliti dengan cermat apakah pernyataan Pangemanan layak diterbitkan atau tidak. Dengan semakin lama kasus Buyat ini berjalan semakin jelas juga bahwa dr Pangemanan telah melakukan penyesatan tentang penyakit yang diderita para warga teluk Buyat kepada publik, pers dan pemerintah.
Bagaimana kegagalan jurnalistis oleh seorang wartawan NYT yang ternama itu dapat dijelaskan? Apakah itu soal kompetensi, bias atau hanya nafsu tak terkendali? Ketiga faktor tersebut, secara sendiri-sendiri maupun bersama, akan dengan mudah mematikan proses investigatif jurnalistik yang rasional.
Mungkin hanya Perlez dan Pangemananlah yang tahu yang sebenarnya, tetapi mereka jelas telah mengkhianati kepercayaan publik. Apa yang sebenarnya telah mendorong dr. Pangemanan sampai ia menyesatkan orang tentang penyakit yang ditemukan di tengah warga Teluk Buyat? Berjuta-juta dolar dan banyak tenaga yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan pihak-pihak yang lain hanya untuk memastikan bahwa semua tuduhan dr Pangemanan adalah salah.
Pada waktu yang sama pemberitaan oleh Perlez turut memperkkuat penilaian yang salah mengenai masalah kesehatan di Teluk Buyat. Ini adalah kegagalan yang fatal oleh seorang wartawan The New York Times.
Belakang ini kepercayaan publik terhadap pers semakin merosot. Kini kita tahu bahwa ternyata para redaktur dan wartawan di ruang berita acap kali ceroboh dalam menjalankan tugas mereka. Inilah sebenarnya inti dari Lou Boccardi pada Konferensi Gannett Newspaper Management 2005 di mana ia mengatakan bahwa kegagalan menerapkan ketelitian dan eksekusi menimbulkan kegagalan jurnalistik, dan bahwa kalangan pers perlu segera memperbaiki kinerjanya.
Mungkin pelajaran bisa berlaku pula dalam peliputan kasus Teluk Buyat oleh Perlez. Meskipun adalah tanggung jawab pihak redaksi the New York Times untuk meninjau kualitas pelaporannya, tetap saja kedua insan Jane tersebut telah menyebabkan kebingunan yang sangat luas. Penjelasan publik mengenai tingkah laku mereka akan sejalan dengan prinsip akuntabilitas tetapi mungkin juga perlu ada introspeksi pribadi oleh kedua Jane tersebut supaya mereka dapat merenungkan mengenai bagaimana tindakan mereka telah mengakibatkan kepedihan pada keluarga kami, rekan dan kerabat serta masyarakat luas.