Mendidik Bergman - 25 Apr 2006
by Eric
Lowell Bergman, wartawan investigatif kondang yang dikenal melalui tulisannya mengenai dampak tembakau pada kesehatan, tiba-tiba melakukan sesuatu yang sangat aneh – sesuatu yang mengundang pertanyaan mengenai bias investigatifnya. Silahkan baca teks dari sesi interaktif antara Bergman dengan seorang peserta situs web New York Times, 26 Oktober 2005, 11.00 am.
_____________________________________________________________
Washington, D.C.: Hallo, saya mengikuti berita mengenai tuntutan di Indonesia terhadap Newmont Mining di mana mereka dituduh telah melakukan pencemaran lingkunagn di salah satu lokasi Newmont di Indonesia. Sepertinya sering muncul tuduhan dan tuntutan terhadap perusahaan-perusahaan internasional yang beroperasi di negara-negara yang memiliki sistem hukum dan demokrasi yang belum mapan.
Penjelasan Incas Gold menengarai bahwa seolah-olah kegiatan pertambangan Newmont mungkin juga telah menyebabkan pencemaran lingkungan di masa lalu. Dapatkah anda mengusulkan sumber yang baik dan benar untuk kasus di Indonesia itu? Terima kasih.
Lowell Bergman: Sementara ini yang saya ketahui hanyalah liputan NYT. Sebaiknya anda menghubungi Jane Perlez di perlez@nytimes.com
_____________________________________________________________
Mr. Bergman, apakah yakin anda telah menjawab pertanyaan pembaca ini dengan jujur? Apakah anda yakin anda hanya tahu liputan Jane Perlez soal kasus Teluk Buyat? Ataukah anda sedang berusaha membatasi pembaca ini hanya pada berita Perlez?
Mr. Bergman, saya ada data untuk anda – sesuatu yang mungkin anda tidak mempertimbangkan dalam investigasi anda. Saya ada contoh statistik mengenai jumlah berita terkait Newmont yang telah dimuat oleh beberapa media internasional selama periode 2004-05:
• Associated Press-101,
• Reuters-120,
• Dow Jones-92,
• Rocky Mountain News-65,
• Financial Times-34,
• Agence France Presse-34,
• The Denver Post-60,
• Bloomberg 29, and
• The Australian Associated Press-17.
Jumlahnya cukup besar: 562 tajuk berita. Bila ditambah berita mengenai Newmont yang dilaporkan di The Jakarta Post, yang berjumlah 146 buah, maka totalnya melebihi 700 buah berita.
Dengan liputan internasional sebesar ini mengenai kasus Newmont, bagaimana anda bisa tahu hanya liputan dari Perlez? Aneh, bukan? Bagaimana anda dapat jelaskan hal itu?
Saya hanya ingin menyampaikan suatu hal: Mr Bergman, modal reputasi yang sudah anda peroleh dengan berita-berita mengenai [industri] rokok, bisa-bisa hilang menjadi asap dalam sekejap mata!!!
Baragkali boleh saya sarankan agar anda memulai dengan editorial dari the Wall Street Journal mengenai kasus Buyat, “Welcome to Indonesia”, terbitan 15 Maret 2006. Di situ anda akan mempelajari mengenai kegagalan Perlez sebagai wartawan. Dia hanya pantas dikelompokkan bersama wartawan gagal lainnya, seperti Jason Blair dan Judith Miller.
Dan di sini ada suatu hal yang anda pantas renungkan Mr Bergman: Apakah anda punya cukup modal etika dan intelektual untuk mengakui bahwa Perlez salah – bahwa pelaporannya telah mengakibatkan kepedihan pribadi yang tidak adil, telah mendorong perilaku polisi yang berlebihan serta mendukung LSM untuk berbohong.