Richard Ness : Blog : Blog Tentang Perlez Seri-3: Hari ini Ayah menyeret Jane Perlez dan The New York Times Company ke meja hijau.


Blog Tentang Perlez Seri-3: Hari ini Ayah menyeret Jane Perlez dan The New York Times Company ke meja hijau. - 15 May 2007
by Eric

Hari ini, 15 Mei, pukul 11:00 siang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tim pengacara ayah saya telah mendaftarkan gugatan perdata terhadap Jane Perlez dan The New York Times Company. Ketika berbicara dengan Ayah kemarin, saya bertanya apa yang mendorong ayah untuk mengambil langkah hukum ini. Jawabannya sederhana:
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana mata pencaharian warga Buyat hancur. Saya melihat sahabat-sahabat dan rekan-rekan saya dipermalukan, diperiksa dan ditahan (termasuk diri saya sendiri) oleh pihak kepolisian, sementara istri-isteri dan anak–anak mereka menjadi ketakutan dan merasa dipermalukan. Saya melihat betapa istri dan keluarga saya juga terpukul oleh berita-berita negatif yang disebarkan. Ketika pihak Kepolisian memanggil dan berniat untuk menahan saya, saya sampai harus menenangkan istri saya dengan mengatakan kepadanya: “Sayang, percayalah, saya pasti akan pulang suatu saat dan yakinlah bahwa kita tidak salah. Masalah ini harus kita hadapi, kuatkan hatimu dan cobaan ini akan bisa kita lalui karena kita berada di pihak yang benar.”

“Saya telah dituduh menyakiti orang dan menyebabkan kematian anak-anak, mencemari suatu teluk karena ketidak-tanggapan saya, serta menyebabkan kehancuran suatu masyarakat secara menyeluruh. Sementara pada kenyataannya, saya sendiri dan orang-orang saya tidak melakukan kesalahaan apa pun. Perkara Pidana di Pengadilan Negeri Manado mengungkapkan bahwa Perairan Teluk Buyat tidak tercemar – bahkan masih jernih, kondisi ikan di Teluk Buyat sangat baik dan berlimpah, dan operasi penambangan kami tidak merugikan masyarakat setempat. Memang, perlu 33 bulan sebelum mendapatkan putusan pengadilan pertama yang membenarkan kami, tetapi kasus ini belum selesai. Selama dua setengah tahun belakangan ini kita dipaksa bereaksi dan menanggapi segala tuduhan tidak adil yang dilontarkan kepada kita, tetapi sekarang giliran kita untuk mengambil tindakan”.
Ayah kemudian melanjutkan:
“Sementara media lokal dan nasional mungkin tidak sepenuhnya memahami masalah-masalah yang sifatnya teknis, namun mereka tetap berusaha melaporkannya sebaik yang mereka bisa. Pada awalnya hanya berita negatif yang muncul karena sifat tuduhannya, tetapi ketika berita positif mulai keluar berita itu juga dilaporkan secara adil. Tidak ada grup media, kecuali The New York Times, yang berhenti meliput kasus ini sebelum argumentasi tim pembela dimulai dan membiarkan para pembacanya berpegangan pada persepsi awal. Bahkan media lokal kecil yang anggarannya terbatas pun tidak pernah menghentikan peliputan dari kedua belah pihak di persidangan ini”.

“Di lain pihak, The New York Times (NYT) memiliki pengalaman, anggaran dan sumber daya yang cukup untuk melakukan penyelidikan yang layak dan pelaporan investigatif. Tapi justru Jane Perlez yang bisa begitu saja percaya pada dr Jane Pangemanan yang bukan sepenuhnya praktisi medis, yang seolah-olah membela masyarakat dan mengumumkan kepada dunia bahwa masyarakat Buyat menderita gejala-gejala mirip penyakit Minamata dan menghubung-hubungkan gejala tersebut dengan kegiatan tambang tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium sama sekali atau pun berkonsultasi dengan dokter-dokter ahli dan praktisi lainnya.”
Ayah sangat menyesali sikap The New York Times yang tampaknya tidak mau menerima apa yang dicoba untuk disampaikan oleh pihak Newmont . Ia mengatakan:
“Mungkin kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk membuktikan informasi tambahan dan menyediakan staf teknis kepada The New York Times ketimbang media lain mana pun. Tidak ada yang perlu kita sembunyikan - kita tidak melakukan kesalahan apa pun. Kita hanya mau agar The New York Times mendapat semua informasi yang mereka butuhkan mengenai Buyat dan seluruh operasi NMR”.
Saya juga bertanya kepada ayah, apa alasan-alasan khusus yang mendorongnya untuk mengajukan perkara ini ke pengadilan, dan ayah menjelaskan:
“Ada tiga tindakan yang khusus dilakukan oleh The New York Times yang telah merugikan keluarga Ness. Pertama, berita yang muncul pada tanggal 8 September 2004, di halaman depan NYT seolah-olah menghakimi saya di pengadilan opini publik meskipun semua hasil penyelidikan ilmiah yang kredibel telah membuktikan tidak terjadi pencemaran dan para warga Buyat tidak menderita penyakit aneh. Kedua, The New York Times menghentikan liputan kasus ini ketika pembelaan saya dimulai tahun 2006. Terakhir, ketika pihak Penuntut Umum memanfaatkan berita dari The New York Times sebagai dasar untuk menuntut saya hukuman tiga tahun penjara. Dengan demikian berita Jane Perlez telah merugikan saya secara hukum. Saat itu, saya dan keluarga saya menyadari bahwa Jane Perlez dan The New York Times telah melewati batas toleransi”.
Ayah selanjutnya menambahkan:
“NYT sendiri yang menyatakan bahwa merekalah yang telah berhasil “memaksa Pemerintah untuk mengambil tindakan”. Namun, Majelis Hakim telah menjelaskan dalam putusan mereka bahwa kasus ini seharusnya tidak perlu sampai ke pengadilan. Saya setuju – tetapi The New York Times membanggakan diri karena berhasil memaksa Pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan terhadap saya dan perusahaan karena suatu neraka lingkungan yang sesungguhnya tidak pernah terjadi. Hal ini telah menyita hampir tiga tahun dari hidup saya untuk melakukan perlawanan yang tidak adil di pengadilan.”
Ayah akhirnya menyatakan:
“saya yakin bahwa penggunaan kalimat-kalimat seperti, “neraka lingkungan hidup”, “ikan mulai menghilang”, “para warga desa menderita benjolan pada tubuh yang seperti tumor”, serta kalimat-kalimat sejenisnya oleh Jane Perlez bukan cuma tidak tepat, tetapi juga bersifat berlebihan. Dengan menggunakan bahasa yang ekstrim itu pada berita 8 September 2004, ia telah menciptakan suatu persepsi publik yang sangat sukar dibantah oleh fakta-fakta ilmiah dalam suatu wacana publik. Apa yang melatarbelakangi atau memotivasi kegagalan total jurnalisme seperti ini mungkin baru akan terungkap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam waktu yang dekat.

Berita-berita tersebut telah berhasil membohongi dan menyesatkan publik, sebagaimana telah dibenarkan oleh putusan Pengadilan Negeri Manado baru-baru ini. Saya mengantisipasi dan berharap bahwa Jane Perlez dan The New York Times akan dinyatakan bersalah atas tindakannya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan menurut saya sangat pantas Jane Perlez dan NYT diberi kesempatan untuk merasakan apa yang saya alami: duduk di kursi pesakitan di hadapan suatu majelis hakim untuk membela tindakan dan keputusan mereka.”
The opinions posted here are that of myself, my brothers, and other contributors and not that of my father nor the company he works for.